UKM dari Indonesia yang Banyak Dilirik Pasar Internasional

Pemerintah saat ini sedang berusaha semaksimal mungkin untuk mendorong para pelaku UKM agar bisa memperkenalkan dan memasarkan produk-produk mereka ke mancanegara. Cara yang digunakan adalah dengan mengajarkan kepada para pemilik usaha bagaimana mengoperasikan internet secara maksimal, supaya bisa mempromosikan produknya.

Pemerintah bersama PT. Pos Indonesia sedang mempersiapkan rumusan mengenai kebijakan serta koordinasi untuk pelaksanaan pemasaran dan juga jaringan bisnis UKM. Karena dengan melebarkan jaringan seperti itu, diharapkan para pelaku UKM yang masih belum mengenal dunia online dapat memudahkannya dalam berpromosi.

Tidak hanya itu saja, pemerintah juga sedang berusaha untuk membuat para pelaku UKM menjadi mudah dalam membuat sertifikat, seperti Hak Cipta, Halal MUI, SNI dan masih banyak lainnya. Tentunya semua itu dilakukan untuk memudahkan UKM menembus pasar global. Karena selain kualitas dari produk, tentunya perizinannya haruslah lengkap dan legal.

UKM yang berhasil tembus pasar internasional

Sebenarnya sudah ada beberapa UKM yang telah berhasil menembus pasar internasional. Semua UKM yang berhasil tersebut berasal dari berbagai industri, seperti kerajinan, kuliner, pertanian hingga fashion.

Namun, memang kebanyakan adalah fashion dan kerajinan. Karena memang orang luar negeri menyukai kedua hal tersebut, tetapi bukan berarti sektor lain tidak diminati. Nah, berikut dibawah ini adalah beberapa UKM yang sudah mampu menembus pasar global, diantaranya :

Usaha Dagang Bandar Mina

Pertama adalah Usaha Dagang Bandar Mina, mereka bergerak pada sektor ekspor ikan kerapu bebek dan kerapu macan. Usaha ini berasal dari daerah Bali Utara dan diekspor ke negara Thailand, Hongkong, Jepang, Cina, Amerika Serikat, Korea Selatan dan Singapura.

Ikan-ikan yang dikirim pun tidak hanya yang kemasan, tetapi juga yang masih segar. Untuk ikan kemasan, biasanya akan dikeringkan atau bisa juga dibekukan lebih dulu. Sehingga daging ikan akan lebih awet dan tahan lama.

Usaha Dagang Bandar Mina juga dianggap telah membantu pemerintah dalam memberdayakan penduduk serta nelayan di kawasan Bali Utara guna mendapatkan bibit ikan yang unggul, sehingga mampu bertahan hingga sekarang.

PT Ika Indo Industri Karbonik

Perusahaan dimulai sebagai UKM kecil yang didirikan pada tahun 1988 dan telah berkembang dengan inovasi dan teknologi. Produk yang dihasilkan dari karbon aktif digunakan dalam pemurnian air dan berbagai proses industri. 

Arang aktif berbahan tempurung kelapa (CSAC) dianggap memiliki kualitas yang terbaik karena kepadatannya dan porositasnya dapat memberikan daya tahan serta daya serap yang relatif tinggi. 

UKM ini dulunya terdaftar sebagai UKM percontohan oleh Departemen Perdagangan pada tahun 2013. Karena dia dikenal melihat peluang unik dan mampu memberikan kesinambungan baik secara kualitas maupun kuantitas.

Schmiley Mo

Schmiley Mo adalah salah satu UKM Indonesia yang bergerak di industri fashion. Nama mereka tidak lagi umum di London, Inggris. Pasalnya, produk yang dihasilkan berhasil menyita perhatian warga London. 

Produk UKM pimpinan Dina Rikasari berhasil dipamerkan di ajang Pure London di Olympia. Pameran tersebut menjadi ajang pertemuan para pelaku bisnis di industri fashion, antara lain pakaian, celana panjang, tas, dan aksesoris lainnya. 

Berbasis warna-warna pastel, produk-produk Schmiley Mo melayani kaum urban modern sekaligus menyesuaikan dengan kebutuhan Indonesia, seperti pakaian luar, atasan, bawahan, celana kargo, dan rok.

PT Bambu Media Cipta Persada

Siapa bilang teknologi Indonesia terbelakang. Jika ternyata ada UKM yang bergerak di bidang pengembangan teknologi informasi pendidikan, perusahaan IT yang memproduksi modul dan program konten telah tertarik ke pasar global. 

PT Bambu Media Cipta Persada yang berhasil menjadi perusahaan yang mampu menghasilkan program dengan tujuan ekspor, seperti mampu melihat peluang unik, mampu mempertahankan kearifan lokal di Indonesia untuk ekspor ke Eropa. 

Program-program yang diproduksi oleh perusahaan ini nantinya akan diekspor ke negara-negara Eropa, Amerika Selatan, dan Korea Selatan. Jadi, jangan sampai ada yang bilang jika teknologi di Indonesia itu terbelakang.

Jenang Sinar 33 Kudus

Meski hanya makanan tradisional, Jenang Sinar 33 Kudus tidak mau kalah. UKM lain telah melebarkan sayapnya ke pasar global, meski Jenang sering diremehkan di negaranya sendiri. Jenang 33 ternyata makanan sejenis dodol buatan 3 generasi keluarga Hilmi. 

Bisnis ini sudah ada sejak tahun 1910-an. Namun, bisnis tersebut baru bisa menembus pasar internasional setelah dimiliki oleh Hilmi dengan dukungan perusahaan bernama PT Mubarokfood Cipta Delicia. 

Walaupun tidak mudah untuk menjalankan bisnis tersebut, hingga akhirnya bisa diterima di pasar global. Salah satu kesulitannya adalah mereka harus membenahi konsep jenang yang sudah mendarah daging di UKM.

Gendhis Bag

Terakhir adalah Gendhis Bag, dimana mereka membuat banyak sekali kerajinan tas dari bahan-bahan alam seperti tanaman menthong, rotan dan yang paling terkenal ada tas dari eceng gondok.

Tumbuhan-tumbuhan yang menjadi bahan utama pembuatan tas tersebut terbilang mudah ditemukan, khususnya eceng gondok. Kamu pasti sering melihatnya di area yang banyak air tidak bergeraknya, seperti kolam, balong, waduk, sawah, empan dan lain sebagainya. Untuk banyak orang eceng gondok memang tidak berguna.

Namun, berbeda jadinya ketika telah bertemu tangan yang tepat. Karena ternyata, eceng gondong bisa menjadi tas yang cantik dan unik. Seperti yang dilakukan oleh Ferry Yuliana, seorang dokter gigi yang menjadi pelopornya.

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *