Peluang Usaha Frozen Food, Berapa Perkiraan Modalnya?

Frozen food merupakan bahan makanan yang sebelumnya sudah diolah dan selanjutnya diawetkan dengan cara disimpan dalam freezer untuk dibekukan. Bisnis ini dapat dilakukan di rumah, jika Anda dapat mengelolanya dengan baik. Tentu laba dan omzet yang diperoleh juga besar.

Usaha ini cocok dilakukan oleh ibu rumah tangga atau Anda yang ingin berbisnis hanya dari rumah saja. Namun, perlu Anda ketahui, walau terlihat mudah dan skalanya rumahan tetapi bisnis frozen food ini tidaklah mudah.

Peluang usaha frozen food

Untuk peluangnya sendiri, bisnis makanan beku terbilang menjanjikan dan banyak diminati serta pangsa pasarnya cukup luas. Usaha ini dapat menjadi pilihan bisnis yang menguntungkan, apalagi para konsumen juga menyukai jenis makanan ini karena praktis.

Dimana konsumen hanya perlu memanggang/ menggoreng maupun merebusnya. Karenanya makanan frozen sangat diminati banyak orang bahkan bagi mereka yang terlalu sibuk, biasanya lebih memilih menyimpan frozen food didalam kulkasnya.

Untuk modalnya sendiri Anda harus tahu terlebih dahulu apa saja yang diperlukan, misalnya :

Peralatan wajib :

Mesin freezer Rp 3.000.000,-

Mesin vakum Rp 1.700.000,-

Etalase Rp 2.300.000,-

Kompor dan Gas Rp 350.000,-

Mesin penggiling daging Rp 1.600.000,-

Meja dan kursi Rp 1.500.000,-

Dan keperluan lainnya Rp 800.000,-

Total keseluruhan perkiraan modal yang dibutuhkan adalah Rp 11.250.000,-. Namun, Anda harus ingat jika ini hanyalah perkiraan saja. Karena sebenarnya masih banyak yang perlu dipersiapkan. 

Tips menjalankan usaha frozen food

Peluang usaha frozen food masih sangat terbuka lebar, serta menguntungkan dan dapat dilakukan oleh siapa saja. Bila Anda memang tertarik tentunya harus melakukan beberapa hal supaya bisnis ini sukses, yaitu :

Menentukan produk

Pertama yang wajib dilakukan sebelum Anda memulai usaha frozen food, yaitu menentukan jenis produknya terlebih dahulu. Misalnya sosis, tempura, bakso-baksoan (sapi, ayam, seafood atau ikan), nugget dan lainnya.

Untuk ini ada baiknya Anda melakukan riset terlebih dahulu, tujuannya untuk mengetahui jenis makanan yang laris di pasaran. Jadi, jangan sampai salah pilih produk dan membuat usaha Anda menjadi tidak lancar.

Selain itu, Anda juga harus memilih jenis makanan bekunya. Apakah yang sebelumnya sudah dimasak dan ketika disajikan memang harus dimasak lagi atau bahan makanan fresh yang dibekukan agar lebih tahan lama.

Bila Anda tinggal dilingkungan yang banyak anak kecilnya atau di kawasan kos/ kampus/ perumahan, tidak ada salahnya menjual jajanan makanan beku yang nantinya digoreng dan disajikan dengan berbagai toping saus/ mayonaise/ bubuk rasa dan lain sebagainya.

Modal

Jika sudah menentukan jenisnya, selanjutnya adalah memperhitungkan modal yang dibutuhkan. Perhitungkan segala keperluan dengan teliti dan rinci guna menentukan jumlah dana yang nanti perlukan.

Dalam perhitungan ini bisa meminta bantuan seseorang yang memang ahli atau memanfaatkan aplikasi-aplikasi khusus agar dapat membantu Anda untuk mengelola keuangan. Kemudian Anda perlu mempersiapkan beberapa hal berikut ini :

  • Mencari grosir frozen food yang nantinya akan dijual atau mempersiapkan bahan baku guna membuat makanan homemade.
  • Membeli freezer atau lemari pembeku.
  • Kemasan atau plastik kedap udara.
  • Mesin vakum untuk kemasan.
  • Biaya untuk promosi.
  • Biaya untuk operasional, contohnya transportasi, listrik dan lain sebagainya.

Bahan dan peralatan yang dibeli pada awal pembukaan atau memulai usaha tidak perlu terlalu banyak, sesuaikan dengan modal yang dimiliki. Jika memang tidak cukup, mungkin Anda bisa memikirkan alternatif lain, misalnya mengajukan pinjaman atau mencari investor.

Peralatan

Pada bagian ini tentunya peralatan utama untuk menjual makanan beku adalah freezer. Tanpa ini Anda tidak bisa menjalankan usaha tersebut. Kemudian, jika Anda memiliki rencana untuk membuatnya sendiri, artinya akan membutuhkan banyak peralatan.

Seperti perkakas dapur, alat untuk memvakum makanan yang nantinya akan dikemas supaya lebih awet dan rapi ketika dikemas. Selain itu tujuan dari di vakum dalam plastik kedap udara adalah supaya makanan tidak kemasukan udara yang menyebabkannya menjadi busuk/ basi.

Go Online dan media sosial

Makanan beku atau frozen food merupakan salah satu jenis bisnis yang dapat dijalankan di rumah. Tetapi, hal ini tidak berarti penjualannya hanya di lingkungan rumah saja. Karena itu Anda harus bisa memanfaatkan media sosial dan semua platform online.

Misalnya dengan membuat website, whatsapp, sosial media (tiktok, instagram, facebook dan twitter) juga media online lainnya supaya lebih banyak orang yang tahu bila Anda memiliki usaha frozen food. Anda juga bisa mendaftarkan usaha tersebut kepada penyedia jasa layanan antar seperti GrabFood dan GoFood atau yang lainnya.

Lisensi makanan

Jika Anda berencana untuk membuat sendiri makanan bekunya, jangan lupa untuk mendaftarkan diri ke MUI untuk memperoleh label/ logo/ sertifikat halal, BPOM dan juga PIRT. Ini semua dibutuhkan supaya produk Anda lebih bisa diterima di masyarakat.

Karena seperti yang Anda ketahui bila negara kita ini mayoritas pemeluk agama Islam, maka sudah sepatutnya untuk memberikan label halal tersebut agar dapat menarik lebih banyak minat calon konsumen.

Tambah networking

Selanjutnya, jika Anda ingin bisnis dan makanan beku tersebut semakin dikenal masyarakat luas. Tidak ada salahnya untuk bekerja sama dengan perusahaan retail seperti Indomaret atau Alfamart. Selain itu bisa juga membuat ikatan kerja sama dengan jasa katering guna memperluas jangkauan Anda.

Published
Categorized as Berita

Leave a comment

Your email address will not be published.