Ingin Bangun UKM Bersama Dengan Teman? Begini Adalah Tipsnya

Memiliki sebuah bisnis yang dilakukan bersama teman, memang terdengar menyenangkan dan terkesan mudah untuk dijalankan. Karena kamu dan temanmu tersebut telah mengetahui kelebihan serta kekurangan masing-masing.

Memang mengenal bagaimana karakter dari rekan bisnis merupakan sesuatu yang sangat penting dan ketika butuh saling diskusi bisa dilakukan kapan saja, sebab kalian tinggal bertemu untuk membicarakan ide dan solusi.

Namun, kamu juga harus tahu bila dalam dunia profesional itu, rentan dengan masalah. Bahkan sampai ada kata-kata “Jika di dunia profesional, tidak mengenal saudara dan teman”. Karena memang, kamu harus bisa membedakan mana hubungan pribadi dan kerja/ profesional.

Resiko yang bisa terjadi ketika membangun UKM bersama teman

Biasanya seseorang yang melakukan kerja sama dalam bisnis dengan sahabat/ teman, dilakukan dengan berlandaskan rasa percaya saja, bahkan banyak juga yang berprinsip “jalankan dulu saja”. Padahal hal seperti ini seharusnya tidak diperbolehkan dalam dunia profesional.

Berikut adalah beberapa resiko yang bisa saja terjadi ketika membangun UKM bersama teman :

  • Jaringan terbatas

Saat kamu menjalankan usaha bersama teman, biasanya kalian mempunyai circle yang sama dan ini merupakan salah satu faktor yang menghambat perkembangan bisnis. Karena, bila pertemanan ini dikarenakan oleh lingkungan yang sama.

Maka jaringan sosialnya tidak terlalu berbeda. Padahal hal terpenting dalam bisnis adalah networking yang luas. Jadi, kamu harus bisa mempunyai jaringan diluar circle pertemanan agar bisa menjangkau lebih banyak orang.

  • Sulit untuk disiplin

Disiplin merupakan salah satu hal penting dalam dunia profesional. Ketika kamu dan rekan bisnis, dalam hal ini teman memang mempunyai etos kerja sejalan. Tentunya tidak menjadi kendala.

Namun, apabila ternyata berbeda dan kamu termasuk orang yang ‘tidak enakan’ pada orang lain, artinya tidak dapat menyampaikan rasa keberatan, tentu nantinya akan menjadi masalah tersendiri.

  • Rentan muncul konflik jika sudah berurusan dengan uang

Dalam berbisnis tentunya tidak pernah terlepas dari masalah finansial. Namun, tidak dapat dipungkiri bila uang selalu menjadi sesuatu yang sensitif dan rentan menjadi pemicu konflik.

Karena itu, ketika kamu hanya mengandalkan kepercayaan tanpa adanya perjanjian ketika menjalankan usaha bisnis yang bersifat profesional, tentunya akan sangat beresiko. Bahkan bisa membuat hubungan pertemanan menjadi taruhan hanya karena masalah ketidakjujuran atau saling curiga.

Tips membangun UKM bersama teman

Bila kamu melihat adanya resiko-resiko sebelum dan berpikiran untuk membatalkannya, jangan lakukan itu. Sebab setiap masalah tentu akan ada solusinya, tidak mengapa jika ingin terus menjalankan ide membuka bisnis UKM bersama teman.

Namun, kamu harus merubah pola pikirmu agar tetap bisa memperoleh penghasilan atau laba dari bisnis tersebut. Karena bagaimanapun berbisnis memang akan lebih menyenangkan jika dilakukan bersama seseorang yang sudah cocok. Karena itu, kamu bisa menerapkan beberapa tips di bawah ini :

  • Pembagian modal

Dalam membangun sebuah bisnis tentunya kamu membutuhkan modal berupa dana usaha. Bila tidak memiliki modal, pastinya bisnis tersebut akan sulit untuk berkembang, bahkan bisa berhenti direncana saja.

Nah, karena kamu akan melakukan bisnis UKM ini bersama teman, maka kamu harus membicarakan tentang modal serta resiko yang mungkin harus kalian tanggung bersama. Bagi kamu yang memang tidak mempunyai terlalu banyak dana.

Membuka usaha dengan metode join merupakan pilihan yang tepat. Kamu bisa membagi modal 50 : 50, sistem ini akan meringankan bagi kedua belah pihak. Dengan begitu untuk pembagian keuntungannya juga lebih mudah.

  • Pembagian tugas

Selanjutnya adalah membagi tugas sesuai dengan kemampuan dan keahlian masing-masing. Ini sangat penting untuk terhindar dari masalah yang mungkin akan terjadi di masa mendatang. 

Jadi, buatlah struktur pembagian tugas dengan baik. Karena walaupun sudah saling percaya, ada baiknya tetap mengawasi dan menilai kinerja antara satu dengan yang lain. Selalu melakukan evaluasi berkala guna saling melaporkan pekerjaan masing-masing, tantangan yang dihadapi dan tentang kemajuan dari UKM.

  • Pembagian keuntungan

Terdapat dua jenis keuntungan yang dapat kamu peroleh sebagai pemilik sebuah usaha, yakni dividen (laba) dan pendapatan berbentuk gaji bulanan. Dimana perhitungan tersebut dilakukan sesuai dengan kesepakatan bersama.

Bila, kalian menggunakan jumlah modal yang sama ketika membuka UKM, maka ada baiknya pembagian keuntungan bersih juga dibagi rata sesuai dengan modal yang telah dikeluarkan.

  • Harus ada surat perjanjian

Semua hal di atas tidak ada artinya jika tidak ditentukan dalam Perjanjian Kerjasama. Perlu diingat bahwa perjanjian kerjasama berbeda dengan MoU (Memorandum of Understanding), disebut juga sebagai letter of intent.

MoU hanya berfungsi sebagai perjanjian awal antara pihak-pihak yang bekerja sama. Sedangkan Perjanjian Kerjasama alias MoA (Memorandum of Agreement) isinya lebih detail dari mulai hak hingga kewajiban, biaya dan sanksi, sehingga bisa berlaku untuk kontrak yang mengikat dan sah.

Tidak hanya sebagai kontrak, perjanjian kerjasama juga bisa menjadi reminder. Jika, misalnya, timbul masalah terkait alokasi tugas atau alokasi keuntungan, pemilik bisnis dapat membaca ulang formulir persetujuan untuk memperoleh solusi paling objektif yang sesuai dengan kesepakatan sejak awal.

Membangun sebuah usaha UKM yang dilakukan bersama teman memang menyenangkan, tetapi tidak bisa begitu saja saling bersandar hanya berdasarkan kepercayaan saja. Karena ketika sudah berurusan dengan bisnis/kerja, maka harus tetap profesional.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *